Perang Dagang


Image Source: https://img.gesuri.id

Perang dagang adalah salah satu manifestasi didalam kategangan antara dua ekonomi terbesar dunia jika berlangsung tiada henti maka potensi masuk ke stadium perang ekonomi dengan dimensi-dimensi serta seronansinya meluas. Baik antara dua negara dengan berbagai komoditas ekspor-impornya, maupun mengajak negara sekutu-sekutu ekonomi masing-masing dan banyak pihak memproyeksikan China menang dan timing inilah memunculkan era kebangkitan China dan era kemerosotan AS. Peter Navarro  menyatakan ini adalah kematian oleh China “Death by China”.

Kita menghawatirkan perang dagang masuk ke stadium perang ekonomi akan sangat potensial terjerumus kedalam perang politik hingga masuk kedalam perang sesungguhnya karena negara yang dikalahkan/dirugikan secara ekonoi tidak akan terima dengan lapang dada dan dengan potensi mesin perang yang dimiliki sangat mudah terpicu dengan perang sesungguhnya.

Dampak dari perang dagang Amerika Serikat dengan China bisa mengurangi porsi  perekonomian global sebanyak perekonomian Swiss. IMF mengatakan beberapa hari lalu dalam World Economic Outlook terbaru bahwa proyeksi menunjukkan pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 3,0% turun dari 3,2% dalam perkiraan Juli.

Dengan demikian banyak negara yang akan mengalami kerugian dan kemunduran dalam perekonomiannya sehingga disinilah dibutuhkan pemahaman bersama tentang tata kelola perekonomian yang berbeda tapi dapat secara harmonis, memperkuat prinsip bermitra/berdampingan bukan bersaing tapi menemukan tata kelola ekonomi baru dunia menyatukan model perekonomiannya antara barat dan Asia. Indonesia harus menang dalam pusaran perang dagang Amerika dan China.

Dulu kawan sekarang jadi lawan China terlibat dalam perang dagang dan perang tarif dengan negara ini selama dua tahun terakhir Meksiko dan Canada menegosiasikan kembali Perjanjian Perdagangan Bata Amerika Utara (NAFTA), tapi kesepakatan itu belum di sah kan oleh kongres AS. Uni Eropa dan Inggris mengancam akan menjatuhkan tarif pada impor otomotif dari Uni Eropa (UE) hingga 25% Jepang. Perang dagang mereka adalah tarif otomotif yang dijatuhkan AS kepada Jepang. India menghapuskan hak perdagangan istimewa yang dimiliki India. Korea Selatan satu-satunya kesepakatan perdagangan yang berhasil diselesaikan dan implementasikan. Brazil dan Argentina menuding keduanya melakukan defaluasi mata uang.

Article Source: CNBC Indonesia, CNN Indonesia, Kompas, Liputan 6, The Heritage, Forex IMF, Tempo.

Recent posts

Comments

No comments yet.

Leave a Reply

captcha