Krisis Energi


Image Source: https://koranindonesia.id

Energi tidak bisa diciptakan ataupun dihancurkan, sifatnya kekal. Tapi, bahan bakar tidak.

Sejak 150 tahun yang lalu manusia mengubah sumber energi dari arang menjadi minyak bumi dan batubara. Sebuah revolusi yang membuat kita bisa menuju peradaban modern. Hampir seluruh energi yang kita kumpulkan berasal dari minyak bumi dan batubara, mulai dari listrik, bahan bakar mobil, dan sejenisnya. Tetapi bahan bakar ini tentu suatu saat akan habis, dan bagaimana cara kita menjalankan peradaban besar kita?

Satu kota besar membutuhkan lebih banyak energi daripada yang bisa dihasilkan arang, dan hal ini yang akan membuat kita menghadapi situasi terburuk dalam sejarah. Ketika bahan bakar fosil telah habis, hampir tidak ada material di bumi yang bisa menggantikan-nya, sumber energi yang dapat diperbarui seperti sinar matahari,angin,dan arus air tidak cukup untuk menghidupi peradaban yang haus akan energi milik kita.

Tentu meskipun menginvestasikan triliunan dollar hanya untuk sumber daya yang dapat diperbaharui hanya akan menghasillan sebagian kecil energi yang telah dihasilkan bahan bakar fosil. Disini konteksnya adalah untuk menjalankan satu kota besar, yang tentunya membutuhkan jutaan turbin hanya untuk menjalankan-nya. Apa kita harus meninggalkan jalan hidup modern kita? yang dimana jika kita meninggal-kannya maka akan terjadi kelaparan dimana-mana, kekacauan, dan tentunya akan memakan banyak sekali korban jiwa.

Untuk mengirimkan dan mendistribusikan makanan ke tempat terpencil yang membutuhkan energi yang tak cukup hanya dengan arang dan turbin semata saja kita tidak mampu melakukannya untuk saat ini. Lalu solusi? Tentu saja pembangkit listrik tenaga nuklir.

Bumi punya banyak bahan radioaktif yang bisa kita pecahkan menjadi elemen sederhana dan menambang energi. Uranium contohnya, lebih melimpah daripada emas. Tapi ada suatu ketidakefetifan solusi ini, PLTN fisi nuklir tidak akan menghasilkan energi yang besar dalam waktu yang lama.

Entah betapa melimpahnya bahan radioaktif ini di bumi tetap saja akan mengalami nasib yang sama seperti bahan bakar fosil,suatu saat bahan ini juga akan habis. Lalu solusinya apa? fusi nuklir. Sebuah metode menggabungkan unsur sederhana membentuk unsur yang lebih berat.

Tak cukup jauh-jauh,matah ari mendapatkan energinya dari melakukan proses ini. Fusi nuklir dengan menggabungkan hidrogen menjadi helium juga mungkin tidak akan ada habisnya,hidrogen adalah salah satu unsur paling melimpah di alam semesta.

Jika kita tak dapat mengambilnya dari luar angkasa,di bumi kita bisa mengekstraknya dari air,dan berbagai senyaea lain-nya. Fusi nuklir, menghasilkan energi lebih banyak daripada proses fisi apapun, dengan menciptakan miniatur inti matahari untuk memberi makan peradaban kita sangat menjanjikan.

Tapi kita harus cepat,ketika kita sudah kehabisan energi fisi dan juga fosil maka kesempatan kita dalam mengembangkan fusi nuklir adalah nol. Maka untuk itu kita perlu banyak sekali fisikawan dan orang-orang cerdas, dan mungkin kalian salah satunya.

Recent posts

Comments

No comments yet.

Leave a Reply

captcha