Jodoh Tak Terduga

JODOH TAK TERDUGA

Jodoh Tak Terduga

 

Lahir di bulan Ramadhan. Membuat gadis cantik yang mempunyai lesung pipi ini diberi nama Tiara Ramadani. Gadis yang biasa disapa Ara yang kini sudah berusia 21 tahun.

Gadis mungil yang terlahir dari pasangan Ustadz Naufal dan ustadzah Nurul itu tumbuh menjadi gadis yang religius. Tentu semua itu tak lepas dari peran orang tua, yang telah mendidik, menanamkan dan mengajarkan agama semenjak Ara masih kecil. Balutan hijab yang selalu menutupi kepalanya itu, semakin membuat Ara terlihat anggun dan cantik.

Azan subuh telah berkumandang. Namun, Ara merasa ada yang berbeda dari suara mua'zim subuh itu.

"Siapa yang azan, nih? Sepertinya lain dari biasanya. Subhanallah, indah sekali suaranya," ucap Ara. senyumnya pun ikut merekah di wajah ayunya.

***

Selain cantik, Ara juga anak yang rajin. Pagi itu, dia tengah menyapu teras depan rumahnya. Namun, konsentrasinya terpecah kala dia melihat seorang pemuda lewat di depan rumahnya. Pemuda yang terlihat asing bagi Ara. Ya, sebelumnya Ara belum pernah melihat pemuda itu.

Pemuda itu terlihat alim. Sungguh tampan dengan pakaian koko yang dikenakannya, ditambah dengan peci warna hitam serta sarung dengan motif kotak-kotak berwarna putih. Sudah seperti santri saja.

Dan, sebagai wanita yang normal, sangatlah wajar jika Ara mengagumi pemuda yang tak dikenalnya itu.

"Siapa pemuda itu?" tanya Ara dalam hatinya.

***

Ara berjalan santai menuju masjid. Sebagai anggota remaja masjid, Ara kini mulai disibukkan dengan acara-acara yang memang rutin di lakukan tiap bulannya.

Dan, alangkah Terkejutnya Ara. Begitu melihat pemuda yang baru saja dikaguminya juga berada di masjid tersebut. Dan menurut informasi yang didengarnya, pemuda tersebut adalah Putra dari Kh. Habib. Pemilik pesantren terbesar di kotanya.

Pagi itu, ada dua agenda yang akan dilakukan remaja masjid. Kerja bakti bersama juga rapat dalam rangka santunan anak yatim yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Namun sebelum dimulai. Kh. Habib akan memberikan pengumuman penting untuk remaja masjid.
"Assalamu'alaikum Wr. Wb."
"Wa'alaikum salam Wr. Wb."
"Ada yang ingin saya sampaikan kepada kalian semua. Saya akan memperkenalkan anak saya yang baru pulang dari pesantren dua hari yang lalu."

DEG!

Jantung Ara tiba-tiba saja berdetak hebat. Ara sendiri pun heran dengan apa yang dia rasa. Apalagi melihat senyum manis yang terukir di bibir mungil pemuda tersebut. Apakah Ara sudah jatuh cinta? Secepat itukah? Entahlah.

"Perkenalkan, dia adalah Haris. Dan mulai sekarang, dia akan membantu kalian untuk melaksanakan acara-acara yang akan kalian lakukan beberapa bulan ke depan. Saya harap, kalian bisa bekerja sama dengan baik."
"Baik, Kiyai," ucap mereka dengan segala hormat dan takdim.

Dan semenjak hari itu, Ara mulai mengenal lelaki yang ternyata bernama Haris tersebut. Lelaki yang berhasil membuat hati Ara dag dig dug tiap kali bertatap muka dan berbicara.

Ara yang bertugas sebagai bendahara sudah pasti akan lebih banyak berbicara dan berdiskusi terkhususnya dengan Haris selaku penanggung jawab.

Dan lambat laun, Ara pun semakin mengenal Haris. Sungguh tak keliru jika Ara mengagumi bahkan menyukai Haris. Karena memang pribadinya yang menyenangkan, cerdas, alim dan mengayomi. Dan satu lagi, bersuara merdu. Terbukti dari bacaan alquran yang dia lantunkan, dan adzan yang dia kumandangkan. Mampu menusuk sanubari siapa pun yang mendengarnya.

'Sungguh indah ciptaan-MU, Ya Allah,' batin Ara.

***

Ara berjalan dengan langkah yang begitu hati- hati. Karena dia tengah membawa minuman untuk tamu spesial sang ayah. Siapa lagi jika bukan Kh. Habib, ayah Haris. Ustadz Naufal memang dekat dengan Kh. Habib. Bisa dibilang, Ustadz Naufal adalah tangan kanannya Kh. Habib. atau, istilah gampangnya orang kepercayaan.

Kemalamannya. Kabar mengejutkan sekaligus bahagia baru saja Ara dengar. Rupanya, kedatangan Kh. Habib pagi itu untuk menyampaikan niat baik beliau yang ingin meminang dan menjadikan Ara sebagai calon istri anak semata wayangnya. Yaitu Haris. Tentu itu kabar yang membahagiakan, bukan?

Cinta Ara rupanya tak bertepuk sebelah tangan. Sungguh, hal itu bak mimpi yang menjadi nyata bagi Ara. Terjadi tanpa terduga. Tanpa ragu, Ara pun menerima lamaran tersebut.

"Sebenarnya, Ayah dan Kh. Habib memang berniat menjodohkan kamu dengan Ustadz Haris semenjak kalian masih kecil . Dan kepulangan Ustadz Haris memang untuk menjemput jodoh. Alhamdulillah, Ustad Haris menyukaimu semenjak pandangan pertama. Maka dari itu, beliau ingin segera mempersuntingmu, Nak. Insya Allah bulan depan." Ustadz Naufal menjelaskan.

Tak henti-hentinya Ara berucap syukur. Karena Allah sudah mengabulkan doa-doanya selama ini, Allah telah mempertemukannya dengan jodoh yang Insya Allah mampu menjadi imam terbaik untuknya.

Haris. Pemuda sholeh yang akan menjadi suaminya kelak. Kebahagiaan yang Ara rasakan, tak bisa ia ungkapkan dengan untaian kata-kata. Harapannya, semoga rumah tangganya nanti, mampu menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah.

Recent posts

Comments

No comments yet.

Leave a Reply

captcha