Indonesia Peringkat Kedua Perpustakaan Terbanyak Di Dunia. Namun, Krisis Literasi!


Image Source: https://cdn.idntimes.com

Hasil sensus data 2018, Perpustakaan Nasional - Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara pemilik perpustakaan terbanyak di dunia dengan nilai 164.610 berada di bawah India dan mengungguli Tiongkok dan Rusia.

Namun, mengapa Indonesia mengalami krisis Literasi? Kunci dari kesuksesan belajar adalah mendapatkan sebanyak mungkin perspektif dari berbagai macam bidang dan area, kata Nadiem dalam Peluncuran Hasil Studi PISA 2018, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa awal Desember lalu. Mendikbud mengakui keterpurukan Literasi dari hasil PISA 2018 dan tidak perlu menutupi paradigma tersebut.

Mendapatkan banyak perspektif dapat diraih dengan banyak membaca buku. Hal ini lah yang akan diubah oleh Mendikbud dalam 4 Metode Menciptakan SDM Unggul. Salah satunya meningkatkan Budaya Literasi.

Dengan program Mas Menteri untuk meningkatkan Budaya Literasi. Berarti, meningkatkan minat membaca dan menulis yang mana hal ini akan membuat pasar Penerbitan Buku akan semakin meningkat. Tidak hanya itu, bila banyak buku yang diterbitkan. Bukan tidak bukan dunia perfilman Indonesia juga akan ikut meningkat. Seperti diketahui khalayak umum, banyak karya tulis pengarang Indonesia yang diangkat menjadi film.

Film memang menjadi komoditas tanpa batas yang digemari masyarakat di seluruh penjuru dunia. Negara Jepang memiliki Anime, Korea terkenal dengan K-Drama, India dikenal dengan Bollywood dan Amerika dikagumi maha karya Hollywood. Bila Indonesia mampu melewati keterpurukan Literasi dan mulai fokus pada keterampilan.

Bukan tidak bisa negara ini menjadi bagian dari industri perfilman dunia. Selain itu, Film menambah daftar 'cara mendapatkan perspektif' yang diucapkan Nadiem Makarim sebagai kunci sukses belajar.

Sumber: https://www.wewedogom.com/2019/12/literasi-ciptakan-sdm-unggul.html

Recent posts

Comments

No comments yet.

Leave a Reply

captcha