Cinta di Perpustakaan


Source: https://get.pxhere.com/

Suasana senja yang kurasakan kini sudah jauh berbeda saat aku masih remaja. Dewasa ini memang mengagumkan, tetapi aku rindu masa remajaku. Masa-masa yang telah berlalu, dan kini masa itu telah tiada, tinggal kenangan masa remaja yang tersisa. Kini, Aku sudah dewasa, masa-masa aku sedang sibuk-sibuknya berkerja sekaligus mencari calon pendamping. Aku berkerja sebagai office boy di salah satu perusahaan swasta. Memang gaji ku per-bulan terbilang kecil tapi dengan aku menghemat, pasti gaji yang tak seberapa bisa mencukupi keseharianku.

Sudah pukul 5 sore, sudah saatnya aku pulang bekerja, aku berjalan ke arah parkiran dan mengambil motorku yang sudah terparkir dari pagi. Sepanjang perjalanan pulang aku merasa sangat bahagia, karena aku bisa pulang dan beristirahat dengan tenang di rumah.
Namun, bagian yang paling tidak aku suka lagi dan lagi kembali terjadi, kemacetan di kota benar-benar membuatku jenuh dan bosan. Jalanan begitu ramai sehingga kemacetan terjadi di setiap lampu merah. Meski begitu, ini adalah jalan satu-satunya untuk aku menuju kembali pulang kerumahku. Kulihat disisi kananku, pengemudi ojek online yang tak kenal lelah terus bersemangat menunggu warna lampu berubah menjadi hijau. Disisi kiriku supir angkot yang sedang menghisap sebuah rokok ditangannya dengan bersabar menunggu lampu hijau. Dan akhirnya lampu merah telah berubah menjadi hijau dan aku kembali melajukan motorku dengan kencang karena hari sudah mulai gelap.
Akhirnya aku sampai dirumah hampir pukul 7, lalu aku membersihkan tubuhku dan aku menuju dapur mengambil sebuah telur di lemari lalu membuatnya telur dadar untuk santapan makan malam.

Terlihat sebuah pesan singkat masuk ke handphoneku, pesan itu dari sahabatku, Dita. Dita adalah adalah adik kelasku semasa SMA. Awal kami bertemu saat aku sedang berada di perpustakaan sekolah. Aku melihatnya kesulitan saat mengambil buku yang berada di rak paling atas, aku membantunya mengambil buku itu, lalu kami berkenalan saat itu juga. Tak kusangka dia adalah orang yang baik dan pintar, dia juga cantik. Semenjak hari itu kami menjadi semakin akrab dan kami selalu pergi ke perpustakaan bersama-sama. Dia suka buku tentang sejarah, dan aku suka buku tentang alam.
Kami selalu bertukar pendapat ketika kami mengerjakan PR di perpustakaan. Saat pulang sekolah kami tidak langsung pulang, kami pergi ke perpustakaan sekolah yang buka sampai sore, banyak kenangan di sana. Aku rindu dengannya, aku mengajaknya untuk ketemuan di taman kota pada hari Minggu.

Hari itu telah tiba, sesuai dengan janji ketemuan kami, aku pergi ke taman di dekat kota saat hari berganti sore sesuai dengan janji kami. Aku melihat ada wanita yang tidak asing dimataku, tak kusangka ternyata wanita yang tak asing itu adalah Dita.
“Hey.. Dita..!” Panggilku.
“Hah, bang Rizki.. Udah lama banget kita gak ketemu ya!” Serunya.
“Hahha, udah lama bangett, kamu makin cantik ya.” canda ku.
“Lahh, kamu belum berubah ya dari masa SMA dulu, hahhaah.” Ledeknya.
Tak kusangka setelah lebih dari 4 tahun tidak ketemu, akhirnya kami bisa ketemu juga. Walaupun kami sudah tidak ketemu selama 4 tahunan, tetapi kami selalu bertukar pesan singkat.

Mulai hari itu kami menjadi semakin dekat. Hampir setiap hari sepulang kerja kami pulang bersama-sama karena tempat kerja kami yang tak terduga juga berdekatan. Sampai pada akhirnya kami berpacaran, dan kami menjadi semakin sering bertemu dan makan malam bersama.
Hubungan kami jelas tak berjalan dengan sempurna, walaupun banyak cobaan, kami tak pernah terpisahkan, kami selalu menjalani cobaan itu bersama-sama. Dengan kekompakan kami berdua yang terikat sebuah perasaan itulah yang membuat kami bisa terus bersama sampai kami bertunangan dan menikah. Kami sangat bahagia, kami mengundang teman-teman semasa SMA dan semua guru SMA kami pada acara resepsi itu, mereka tak menyangka kami bisa bersama hingga sejauh ini.

Recent posts

Comments

No comments yet.

Leave a Reply

captcha